Festival Talam Durian: Ketika Antusiasme Publik Menjadi Modal Besar bagi Ekonomi Kreatif Riau
https://www.keroncongantar.com/2026/06/festival-talam-durian-ketika-antusiasme.html
Ramainya perbincangan mengenai Festival Talam Durian di Pekanbaru patut dilihat secara lebih utuh. Di satu sisi, ada masyarakat yang merasa acara tersebut belum sesuai dengan ekspektasi yang terbentuk sebelum pelaksanaan. Di sisi lain, kita juga menyaksikan sesuatu yang tidak kalah penting: antusiasme masyarakat yang luar biasa terhadap produk kuliner lokal.
Sebagai pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di Riau, saya melihat peristiwa ini bukan semata tentang kritik atau pujian terhadap sebuah acara. Yang lebih penting adalah membaca pesan yang disampaikan masyarakat melalui antusiasme mereka.
Masyarakat rela datang, berdesakan, menunggu, dan meluangkan waktu untuk hadir dalam sebuah festival yang mengangkat produk lokal. Ini menunjukkan bahwa kuliner daerah bukan lagi sekadar makanan, tetapi telah menjadi bagian dari identitas, kebanggaan, dan pengalaman bersama masyarakat.
Dalam perspektif ekonomi kreatif, kondisi ini merupakan aset yang sangat berharga. Tidak semua daerah memiliki produk yang mampu mengundang perhatian publik dalam skala besar. Artinya, talam durian telah berhasil menjadi simbol yang mampu menghubungkan masyarakat dengan identitas daerahnya.
Tentu, setiap kegiatan besar selalu menyisakan ruang evaluasi. Masukan dari masyarakat mengenai pengalaman di lapangan perlu diterima sebagai bahan perbaikan. Karena saat ini keberhasilan sebuah event tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung atau luas pemberitaan, tetapi juga dari kualitas pengalaman yang dirasakan oleh masyarakat yang hadir.
Namun saya berpandangan bahwa evaluasi tersebut tidak boleh menghilangkan nilai utama yang telah tercipta, yaitu meningkatnya perhatian publik terhadap produk lokal dan UMKM daerah.
Ke depan, yang perlu diperkuat bukan hanya promosi produknya, tetapi juga ekosistemnya. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku UMKM, komunitas kreatif, akademisi, media, dan penyelenggara event perlu dibangun lebih terintegrasi agar setiap kegiatan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas dan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat.
Riau memiliki banyak produk unggulan yang berpotensi menjadi ikon daerah. Talam durian adalah salah satunya. Besok mungkin kopi liberika, madu sialang, ikan patin, kambing guling, tradisi masak besar serta kuliner Melayu atau produk kreatif lainnya yang mendapat panggung besar.
Karena itu, saya memilih melihat Festival Talam Durian sebagai sebuah pembelajaran sekaligus sinyal positif.
Bahwa masyarakat Riau ternyata memiliki kebanggaan yang tinggi terhadap produk daerahnya sendiri. Dan ketika antusiasme publik sebesar ini dapat dikelola dengan baik, maka bukan hanya sebuah festival yang akan sukses, tetapi juga akan lahir peluang baru bagi UMKM, pariwisata, ekonomi kreatif, dan pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan.
Pada akhirnya, kekuatan sebuah daerah tidak hanya terletak pada sumber daya alamnya, tetapi juga pada kemampuannya mengubah produk lokal menjadi kebanggaan bersama. Dan saya yakin, Riau memiliki potensi besar untuk terus bergerak ke arah tersebut.
— Ary Nugraha
Praktisi UMKM dan Ekonomi Kreatif Riau
CEO Keroncongantar
Ketua Umum BPW HIPKA Riau

